Lapisan Es di Laut Artik mencair lebih cepat (Citra satelit NASA)

Isu akibat pemanasan global yang sering diperbicangkan diantaranya adalah peningkatan suhu udara, anomali perubahan cuaca, pergeseran musim di berbagai wilayah hingga pendapat tentang lapisan es di kutub yang mulai mencair. Belakangan, isu lapisan es yang mencair kembali mencuat. Penelitian yang dilakukan oleh NASA menunjukkan jika lapisan es di Laut Artik yang paling tebal (paling tua) mencair lebih cepat dibandingkan dengan lapisan es yang lebih tipis (lebih muda). Sehingga hal tersebut akan membuat lapisan es di Laut Arktik menjadi lebih rentan terhadap penurunan lebih lanjut di musim panas, seperti yang dikemukakan oleh Joey Comiso author penelitian sekaligus peneliti senior di NASA Goddard Space Flight Center,Greenbelt, Md.

Lapisan Es Laut Artik (1980)

Lapisan Es Laut Artik (2012)

Dari kedua ilustrasi diatas tampak jelas jika es di Laut Artik mengalami penurunan dalam rentang waktu 1980-2012. Area dengan warna putih terang menunjukkan lautan es perennial sedangkan area dengan warna kebiruan menunjukkan rata-rata lapisan es pada Laut Artik. Foto citra diatas diambil dengan satelit pada tanggal 1 November 1979-31 Januari 1980 dan 1 November 2011-31 Januari 2012. Pengambilan data dilakukan dengan satelit Nimbus-7 milik NASA dan Special Sendor Microwave Imager/Sounder (SSMS) milik Defense Meteorological Satellite Program-DMSP.

Penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Climate edisi Februari 2012 ini juga mengungkap jika luasan es abadi (semua wilayah permukaan laut yang tertutup es abadi minimal 15 persen) menurun sebesar 15,1 persen per dekade. Sementara wilayah es abadi (area yang sepenuhnya tertutup oleh es abadi) juga mengalami penurunan cukup signifikan, sebesar 17,2 persen per dekade. Luas es perennial juga mengalami penurunan sebesar 12,2 persen per dekade. Sementara area es perennial menurun 13,5 persen per dekade seperti yang dikutip dari Kompas.

Ilmuwan sendiri melakukan klasifikasi lapisan es berdasarkan lama waktu dan musim pembentukan lapisan es. Es abadi merupakan lapisan es yang telah terbentuk selama bertahun-tahun yang lalu dan dapat bertahan/tidak meleleh melalui lebih dari 2 siklus musim panas, es musiman adalah es yang terbentuk pada musim dingin dan cepat mencair pada saat datangnya musim panas. Sementara es perennial adalah es yang bisa bertahan paling tidak satu musim panas.

Bagi sebagian orang mungkin masih memilih untuk berpendapat jika pemanasan global merupakan mitos belaka. Well kebebasan dalam berpendapat adalah hak dari setiap manusia namun fenomena diatas layak untuk dijadikan sebagai salah satu pertimbangan bahwa efek dari pemanasan global dapat terlihat secara nyata.

Pemanasan global, perubahan iklim, lautan es yang lebih cepat mencair, kesemuanya menandakan jika usia bumi sudah semakin tua, manusiapun tidak dapat menolak jika pada saatnya nanti akan datang hari yang mengakhiri segala kehidupan di muka bumi ini. Namun demikian bukan berarti usaha menyelamatkan bumi dan lingkungan menjadi suatu hal yang sia-sia untuk dilakukan, satu tindakan kecil sekalipun untuk menjaga kelestarian bumi & lingkungan akan tetap mempunyai nilai baik dihadapan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah didalam Al Quran Surat Al-Zalzalah ayat-7 “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. Terlebih lagi jika kita menjadikan tindakan tersebut sebagai suatu kebiasaan dan gaya hidup sehingga akan memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap kelestarian bumi dan lingkungan.

SAVE OUR ENVIRONMENT SAVE OUR EARTH

 

Kaos Timnas Belanda terbuat dari botol plastik

Kaos Tim Der Oranje

Euro 2012….penggila bola seperti saya tentu sangat menantikan gelaran pesta sepak bola antar negara di Eropa tersebut. Rencananya Euro 2012 akan berlangsung di dua negara “Polandia & Ukraina” pada Juni-juli 2012. Dengan Jadwal yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, saat ini beberapa tim peserta sudah mulai merilis Jersey “kaos tim” yang akan dipakai di pertandingan-pertandingan mereka. Saat saya mencoba googling model-model jersey Negara-negara di Euro 2012 ada satu jersey yang saya anggap paling menarik. Berikut preview tampilannya (saya ambil dari sini)

Warna hitam dengan aksen Oranye menurut saya terlihat elegan namun tetap memiliki sisi “garang”, cukup sesuai dengan tipe permainan der oranje. Ada hal lain yang menarik dari Jersey ini yaitu  bahannya yang berasal dari botol plastik bekas. Humm…Botol plastik menjadi pakaian? bagaimana bisa?, saya akan mencoba sedikit menceritakannya melalui tulisan ini.

Hidup bersama Plastik

Keberadaan plastik sudah sangat tidak bisa terpisahkan lagi didalam era kehidupan yang serba praktis sekarang ini. Mulai dari kemasan air mineral, minuman ringan hingga kosmetik semua nya dikemas dalam botol plastik. Jenis plastik yang digunakan pun bermacam-macam diantaranya seperti: Polyethylene terephthalate (PET) plastik transparan yang digunakan untuk kemasan air mineral sekali pakai; High Density Polyethylene (HDPE) yang tidak transparan dan biasa digunakan untuk kemasan shampo; atau Polypropylene (PP) yang dapat dipakai berkali-kali biasanya digunakan untuk kemasan makanan.

Dalam proses produksi plastik, dibutuhkan sumber daya alam berupa bahan bakar fosil yang sangat besar jumlahnya baik sebagai bahan baku maupun sebagai energi untuk proses manufakturing. Untuk produksi setiap ton plastik jenis polyethylene dibutuhkan 1,8 ton minyak bumi. Setiap tahunnya sekitar 4% produksi minyak bumi dunia digunakan sebagai bahan baku plastik, dan 3-4% digunakan untuk sumber energi dalam proses manufacturing plastik Trihadiningrum (2007) dalam Putra (2011).

Pengunaan plastik secara luas didalam kehidupan sehari-hari menyebabkan potensi timbulan sampah dari plastik amatlah besar. Padahal dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Produksi plastik sintetik menggunakan bahan-bahan tambahan berupa logam berat, dan bahan kimia lain sehingga terlepasnya (leaching) kandungan logam-logam berat tersebut dari bahan-bahan plastik ke lingkungan akan sangat berbahaya. Pengurangan timbulan sampah, pemanfaatan, dan merubah sampah menjadi barang yang lebih berguna (reduce,reuse,recycle) saat ini menjadi cara yang paling tepat didalam mengelola sampah.

Pakaian dari Botol Plastik Bekas

Nike sebagai salah top produsen sport apparel di dunia mempunyai pandangan lain tentang botol plastik. Sejak piala dunia  Afsel  di tahun 2010 lalu, nike telah memproduksi Jersey timnas yang berbahan dasar botol plastik. Jersey tim yang terbuat dari bahan botol bekas itu termasuk Brasil, Belanda, Portugal, AS, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Serbia dan Slovenia.

Bahan baku botol bekas didapatkan dari landfill di Jepang dan Taiwan. Botol-botol tersebut lalu dilelehkan dan menjadikannya benang baru untuk akhirnya ditenun menjadi kain pembuatan kaos. Nike melalui Chalie Denson(presiden Nike) seperti yang diliput oleh harian The New York Times Juli 2100 mengatakan jika penggunaan polyester daur ulang untuk Jersey Timnas ini telah mengolah lebih dari 13 juta botol plastik atau setara dengan 254.000 kg yang cukup untuk menutup lebih dari 29 lapangan sepak bola. Sebagai catatan bahwa untuk memproduksi satu buah Jersey dibutuhkan sekitar 8 buah botol plastik.

Walaupun diakui oleh Nike jika tidak 100% bahan baku yang digunakan merupakan produk recycle, tetapi Nike mengklaim bahan kimia aditif yang digunakan seperti solvent pada proses produksi merupakan bahan yang ramah lingkungan sehingga meminimalisasi dampak yang timbul di lingkungan. Proses daur ulang tersebut dapat menghemat bahan mentah (petroleum) yang berharga dan juga mengurangi penggunaan energi hingga 30 persen dibandingkan jika memproduksi pakaian dari bahan polyester sintesis. Pengurangan energi juga berarti pengurangan emisi karbon yang berkorelasi positif dengan gas rumah kaca. Sebagai tambahan menurut oihak Nike, meski turut menyelamatkan lingkungan bukan berarti harus mengorbankan unsur inovasi performanya. Kostum dirancang khusus agar pemain tetap kering, sejuk dan lebih nyaman sehingga bisa memberikan penampilan terbaik di llapangan.

Terlepas dari banyaknya protes dari masyarakat dunia yang menyatakan Nike sebagai perusahaan tidak manusiawi karena membayar upah buruk dengan sangat murah, Nike juga telah membuka mata masyarakat dunia tentang sisi lain dari pemanfaatan plastik.

Plastik di Indonesia

Pemanfaatan plastik di Indonesia memang sudah dilakukan secara informal oleh pemulung dan pengepul, nantinnya plastik-plastik yang dikumpulkan akan dihancurkan dan dilebur kembali untuk menjadi biji plastik dengan nilai jual yang lebih tinggi. Sayangnya proses daur ulang ini belum sepenuhnya mendapat dukungan pemerintah, aturan yang ditetapkan pemerintah (UU No 10 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah) masih mandul dalam aplikasinya seperti tidak adanya proses pemilahan di sumber timbulan sampah dan belum adanya infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai. Sehingga pada prakteknya masih banyak jumlah plastik yang harus dibuang ke TPA.

Dari potret buruk tentang pengelolaan sampah botol plastik di Indonesia ada sedikit cerita menarik dan cukup memberikan dampak positif, adalah Reserve Vending Machine (RVM) atau mesin pengolah botol plastik. Saat Botol-botol itu dimasukkan ke RVM untuk dihancurkan. RVM mampu menampung serpihan plastik hingga puluhan kilogram. Serpihan yang terkumpul nantinya dijual kepada pengepul plastik bekas. Mesin yang mirip ATM ini diletakkan didepan Monumen Nasional (MONAS). Pengunjung  cukup membawa 10 botol bekas ukuran 600 mililiter selanjutnya pengunjung akan mendapat 50 poin, poin itulah yang kemudian ditukarkan dengan tiket masuk Monas.

RVM sendiri merupakan proyek kampanye dari mereka tergabung dalam Program Gerakan Membuang Sampah (Gemas), dan  diprakarsai Jaring Bisnis Indonesia (IBL), PT Tirta Investama (Danone Aqua) dan LKBN ANTARA. Well..saat ini mungkin RVM hanya bisa menjadi bahan kampanye dan edukasi bagi masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun bukan tidak mungkin jika pemerintah serius untuk mengembangkannya kedepan Indonesia bisa menjadi produsen bijih plastik menyaingi China dan Taiwan.

Semoga saja Nike dan RVM bisa menjadi sumber inspirasi didalam mengelola sampah botol plastik di Indonesia .Upss…Hampir lupa perlu ditegaskan jika sejak lama saya memang pendukung  der Oranje bukan hanya karena alasan plastik ataupun klasik. Tulisan ini juga mengambil dari beberapa sumber di sini dan disini. Diet Plastic-Save Earth.

Hadith on forest preservation

Trees are important, valuable and necessary for the existence of any living creature on earth. They are essential to life as we know it and are the ground troops on an environmental frontline.

The most important is when Trees supplying us with oxygen while eliminating CO2 levels from the atmosphere. We also know if Trees can control such noise pollution, decreasing temperature and cleaning the air by  trapping pollutant in their leaf.

Trees also act as phytoremediaiton, cleaning contaminant in the soil by up-taking with their roots, preserve water for being run off and maintain the land stability by fighting from soil erosion.

All those can be considered as  few reasons why trees are priceless. Deforestation surely become suicide without any effort to re-plant.

In ISLAM, we are not allowed to cut tree without any reason as Hadith narrated by Tirmidzi:

Whoever cut down the tree (no reasons justifying), God will send them to hell

SAVE TREE SAVE THE WORLD SAVE OUR LIFE

picture taken from: treesforfree

food wasting in ISLAM

How much did we thrown our food?

According to FAO Study (Gutavsson et all, 2011), “One third of the food produced in the world for human consumption every year, approximately 1.3 billion tonnes gets lost or wasted “. This volume can feed huge number of hunger people in the world (There were 925 million hungry people in 2010, around 13 per cent of world’s population, according to worldhunger ). This inevitably also means that huge amounts of the resources used in food production are used in vain, and that the greenhouse gas emissions caused by production of food that gets lost or wasted are also emissions in vain.

How Islamic said about excess food?

Islam is an entire way of life, and Allah’s Guidance extends into all areas of our lives. Islam has given detailed regulations even on environmental conservation.  Extravagance and waste in Islam are strongly discouraged. Here some guidances about that:
  • “[The Servants of Allah are] Those who, when they spend, are not extravagant and not stingy, but hold a just balance between those extremes” (Qur’an 25:67).
  • “O Children of Adam! Wear your beautiful apparel at every time and place of prayer. Eat and drink, but waste not by excess, for Allah loves not the wasters” (Qur’an 7:31).

Further, Muslim people also recommend to eat as prophet’s way. The licking of the fingers is reported in  hadith  in Sahih Muslim by Ibn Abbas, Ibn Ba’b bin Malik and Abdullah bin Ka’b. “The merits of licking the fingers after taking the food and wipe the dish with the fingers and eating the fallen mouth ful of food after removing the dirt sticking to it “ . It’s not a weird act to do, if we remember The food we Waste, May another persons meal.

 

BE A GOOD MUSLIM…….DON’T WASTE YOUR FOOD