Field of study…research life number #2

The first and most important decision in research is what field to study. Unlike in undergraduate which offer student in broader knowledge, graduate school offer more focus, it will prepare us become expert in very very specific filed. So choosing right field of study definitely will set your future path more easy.

Then if you ask me what is my field of study?

i am a water engineer

especifically in biological water treatment

and why you choose that?…….. My answer is simple

drinking-water

:p

picture taken from here

Research life..number #1

Coffee Drunk!

23.30 at the laboratory.

Hoooaam…feel very sleepy…ah maybe a can of coffee could help me…one or two or three daijobu ka na?

But wait..whats wrong with me? i am dizzy. Oh maybe i got coffee drunk, can i have more coffee please.

ngantuk

Otsukare sama deshita*… Zzzzz Zzzzzz

*Otsukaresama desu is most often used in work places and loosely translated (although somewhat unnatural in English) it’s a simple greeting that means that you acknowledge a fellow worker or person who is within in the same (or often loosely related) working environment.  Strictly speaking Ostsukaresama desu is used to show appreciation for hard work, but in reality the usage is really broad.  It is most commonly used and easy to understand when fellow workers use the phrase at the end of a working day, in the past tense otsukaresama deshita to show appreciation or acknowledgement of others who have put in a hard days work (source:http://japanesepro.blogspot.jp/2011/03/what-does-otsukaresama-desu-really-mean.html)

Thinglink… media ajar yang interaktif

Kembali menyempatkan nge-Blog disela kesibukan riset, kali ini saya sedang mencoba content builder bernama thinglingk. Thinglingk merupakan penyedia layanan konten berbasis multimedia yang sangat interaktif. Meskipun baru kenal beberapa hari yang lalu namun ternyata thinglink sanggup membuat saya memandangi layar monitor hingga dua jam non stop, bahkan menurut saya ini lebih menraik dari model presentasi interaktif ala prezi….wah saya jatuh cinta pada pandangan pertama nih ceilee .

Bagaimana tidak jatuh cinta, dengan thinglink kita bisa menyajikan info grafis secara interaktif dan dinamis. Dengan gambar yang telah kita pilih sebelumnya, secara mudah kita bisa menambahkan penjelasan dalam bentuk text ataupun video. Bagi dosen seperti saya tentu ini sangat menarik digunakan sebagai variasi didalam media pembelajaran. Karena tak bisa dipungkiri lagi, di era web 2.0 seperti saat sekarang tantangan mengajar menjadi semakin berat. Mahasiswa sudah sangat melek dengan internet, jika media belajar dan cara mengajar kita kuno maka bersiaplah anda menghadapi mahasiswa yang tidur, bosan atau “disambi” twitteran didalam kelas. Sebagai tambahan thinglink sendiri telah memberikan fasilitas kelas online untuk thinglink “teacher”, disini kita bisa menambahkan student, memberikan materi dan tugas…sangat menarik diterapkan untuk kelas online yang interaktif.

Berikut ini konten thinglink pertama yang saya buat, bagaimana menurut anda menarik bukan?

 

Mengganti sendiri layar iPhone yang pecah

Yabe!

Dua minggu yang lalu  istri saya mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan, tanpa sengaja iPhone miliknya jatuh saat hendak bepergian. Meski jatuhnya tidak terlalu tinggi, namun aspal jalan yang keras cukup untuk membuat layarnya pecah. Beruntung tidak ada kerusakan lain sehingga iPhone nya masih bisa digunakan.

Layar iPhone yang pecah

Sesampainya di rumah saya melihat kondisi layarnya, retak di hampir semua bagian bahkan di bagian sudut atas terdapat bagian kaca dengan pecahan sangat halus . Yabe!….Biaya perbaikannya pasti mahal. Benar saja didalam situs resmi apple tertulis jika perbaikan layar iPhone dikenakan biaya sebesar $129, ongkos kirim 6.95$ belum termasuk service dan pajak, dan yang perlu diperhatikan lagi adalah accidental damage tidak termasuk didalam garansi Apple. Esoknya untuk memastikan saya datang langsung ke gerai resmi tempat dimana saya membeli hp sebelumnya. Ternyata memang benar mahal, bahkan biayanya lebih mahal  dari yang dituliskan di wbsite apple, 30.000 ¥ atau hampir sama seperti membeli iPhone baru. Perlu diketahui jika kebanyakan iPhone di Jepang dijual dalam bentuk ikatan kontrak dengan provider, sehingga iPhone nya bisa dicicil selama masa kontrak bahkan ada yang diberikan secara gratis…dan akhirnya saya pun lebih memilih untuk menunda memperbaiki layar iPhone yang pecah.

Rotan pun jadi

Alhamdulillah sang istri sangat paham dengan keadaan :D, dia masih mau menggunakan iPhone berbalut plastik meski terlihat kurang nyaman , belum lagi harus ekstra hati-hati ketika sang jagoan kecil kami yang sering kali meminta untuk bermain game favorit di hp “umi nya”. Kemudian terlintas dipikiran, kenapa tidak mencoba memperbaiki sendiri, toh sebelumnya saya pernah membongkar perangkat Apple lain saat macbook saya tertumpahan jus jeruk 😀 simak ceritanya di sini. Setelah beberapa saat browsing di internet akhirnya mengantarkan saya ke sebuah video “iphone 5s screen repair” dari JerryRig Everything berikut.

Dari video tersebut terlihat jika tidak terlalu sulit untuk memperbaikinya, meskipun membutuhkan sedikit ketelitian mengingat barang yang dibongkar sangat kecil namun sepertinya saya bisa melakukannya sendiri. Cukup mudah untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dari internet, dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli screen replacement parts dari AMH, produk lokal China yang khusus menjual spare parts smart phone, meski bukan original namun kebanyakan review di internet menunjukkan jika pembeli sangat puas dengan brand tersebut. Dari amazon saya mendapatkan screen replacement parts seharga 5000 ¥, paket tersebut sudah termasuk satu set peralatan untuk membongkar iPhone.

iPhone replacement screen dari Amazon

Harganya masih lebih murah jika dibandingkan dengan pilihan memperbaiki iPhone di jepang yang ditawarkan oleh situs Loreatec di Jepang, situs tersebut memasang tarif flat 7900 ¥ untuk setiap satu jenis kerusakan (belum termasuk ongkos kirim).

Service price dari salah satu service iPhone online di Jepang

Let’s get rollin

Selain video diatas saya juga menggunakan pedoman dari ifixit.com penjelasan yang singkat, berurutan dan disertai gambar sangat memudahkan bagi kita yang ingin menggunakannya sebagai acuan. Sebagai referensi saya lampirkan file dari ifixit tersebut:

.

Setelah menunggu kurang lebih satu minggu, spare part yang saya pesan pun datang. Saya cukup terkesan dengan packaging mereka yang cukup rapi dan safety ditambah lagi adanya jaminan barang yang sudah dibeli dapat dikembalikan jika terbukti tidak berfungsi. Semuanya lengkap dan saatnya pembongkaran berencana ini pun dimulai….

Peralatan Operasi

30 menit kemudian….

Screen Shot 2014-12-16 at 19.13.46

Yatta!

Akhirnya saya berhasil mengganti layar iPhone yang pecah, namun yang lebih mengherankan saya hampir tidak melihat perbedaan apapun antara layar iPhone original dengan layar yang saya beli dari amazon. Kecerahan, dan warna yang nyaris sama, bahkan respon touch screen pun tidak ada perbedaan sama sekali. Humm…wajar saja toh iPhone memang Made in China :D.

iPhone setelah diganti layarnya

Jadi jika saat ini anda punya masalah sama dengan layar iPhone, mengapa tidak ikut mencoba seperti saya, semoga membantu.

Buat istriku, ini sudah abi perbaiki iPhone nya, lain kali lebih hati-hati ya.