Kaos Timnas Belanda terbuat dari botol plastik

Kaos Tim Der Oranje

Euro 2012….penggila bola seperti saya tentu sangat menantikan gelaran pesta sepak bola antar negara di Eropa tersebut. Rencananya Euro 2012 akan berlangsung di dua negara “Polandia & Ukraina” pada Juni-juli 2012. Dengan Jadwal yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, saat ini beberapa tim peserta sudah mulai merilis Jersey “kaos tim” yang akan dipakai di pertandingan-pertandingan mereka. Saat saya mencoba googling model-model jersey Negara-negara di Euro 2012 ada satu jersey yang saya anggap paling menarik. Berikut preview tampilannya (saya ambil dari sini)

Warna hitam dengan aksen Oranye menurut saya terlihat elegan namun tetap memiliki sisi “garang”, cukup sesuai dengan tipe permainan der oranje. Ada hal lain yang menarik dari Jersey ini yaitu  bahannya yang berasal dari botol plastik bekas. Humm…Botol plastik menjadi pakaian? bagaimana bisa?, saya akan mencoba sedikit menceritakannya melalui tulisan ini.

Hidup bersama Plastik

Keberadaan plastik sudah sangat tidak bisa terpisahkan lagi didalam era kehidupan yang serba praktis sekarang ini. Mulai dari kemasan air mineral, minuman ringan hingga kosmetik semua nya dikemas dalam botol plastik. Jenis plastik yang digunakan pun bermacam-macam diantaranya seperti: Polyethylene terephthalate (PET) plastik transparan yang digunakan untuk kemasan air mineral sekali pakai; High Density Polyethylene (HDPE) yang tidak transparan dan biasa digunakan untuk kemasan shampo; atau Polypropylene (PP) yang dapat dipakai berkali-kali biasanya digunakan untuk kemasan makanan.

Dalam proses produksi plastik, dibutuhkan sumber daya alam berupa bahan bakar fosil yang sangat besar jumlahnya baik sebagai bahan baku maupun sebagai energi untuk proses manufakturing. Untuk produksi setiap ton plastik jenis polyethylene dibutuhkan 1,8 ton minyak bumi. Setiap tahunnya sekitar 4% produksi minyak bumi dunia digunakan sebagai bahan baku plastik, dan 3-4% digunakan untuk sumber energi dalam proses manufacturing plastik Trihadiningrum (2007) dalam Putra (2011).

Pengunaan plastik secara luas didalam kehidupan sehari-hari menyebabkan potensi timbulan sampah dari plastik amatlah besar. Padahal dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Produksi plastik sintetik menggunakan bahan-bahan tambahan berupa logam berat, dan bahan kimia lain sehingga terlepasnya (leaching) kandungan logam-logam berat tersebut dari bahan-bahan plastik ke lingkungan akan sangat berbahaya. Pengurangan timbulan sampah, pemanfaatan, dan merubah sampah menjadi barang yang lebih berguna (reduce,reuse,recycle) saat ini menjadi cara yang paling tepat didalam mengelola sampah.

Pakaian dari Botol Plastik Bekas

Nike sebagai salah top produsen sport apparel di dunia mempunyai pandangan lain tentang botol plastik. Sejak piala dunia  Afsel  di tahun 2010 lalu, nike telah memproduksi Jersey timnas yang berbahan dasar botol plastik. Jersey tim yang terbuat dari bahan botol bekas itu termasuk Brasil, Belanda, Portugal, AS, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Serbia dan Slovenia.

Bahan baku botol bekas didapatkan dari landfill di Jepang dan Taiwan. Botol-botol tersebut lalu dilelehkan dan menjadikannya benang baru untuk akhirnya ditenun menjadi kain pembuatan kaos. Nike melalui Chalie Denson(presiden Nike) seperti yang diliput oleh harian The New York Times Juli 2100 mengatakan jika penggunaan polyester daur ulang untuk Jersey Timnas ini telah mengolah lebih dari 13 juta botol plastik atau setara dengan 254.000 kg yang cukup untuk menutup lebih dari 29 lapangan sepak bola. Sebagai catatan bahwa untuk memproduksi satu buah Jersey dibutuhkan sekitar 8 buah botol plastik.

Walaupun diakui oleh Nike jika tidak 100% bahan baku yang digunakan merupakan produk recycle, tetapi Nike mengklaim bahan kimia aditif yang digunakan seperti solvent pada proses produksi merupakan bahan yang ramah lingkungan sehingga meminimalisasi dampak yang timbul di lingkungan. Proses daur ulang tersebut dapat menghemat bahan mentah (petroleum) yang berharga dan juga mengurangi penggunaan energi hingga 30 persen dibandingkan jika memproduksi pakaian dari bahan polyester sintesis. Pengurangan energi juga berarti pengurangan emisi karbon yang berkorelasi positif dengan gas rumah kaca. Sebagai tambahan menurut oihak Nike, meski turut menyelamatkan lingkungan bukan berarti harus mengorbankan unsur inovasi performanya. Kostum dirancang khusus agar pemain tetap kering, sejuk dan lebih nyaman sehingga bisa memberikan penampilan terbaik di llapangan.

Terlepas dari banyaknya protes dari masyarakat dunia yang menyatakan Nike sebagai perusahaan tidak manusiawi karena membayar upah buruk dengan sangat murah, Nike juga telah membuka mata masyarakat dunia tentang sisi lain dari pemanfaatan plastik.

Plastik di Indonesia

Pemanfaatan plastik di Indonesia memang sudah dilakukan secara informal oleh pemulung dan pengepul, nantinnya plastik-plastik yang dikumpulkan akan dihancurkan dan dilebur kembali untuk menjadi biji plastik dengan nilai jual yang lebih tinggi. Sayangnya proses daur ulang ini belum sepenuhnya mendapat dukungan pemerintah, aturan yang ditetapkan pemerintah (UU No 10 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah) masih mandul dalam aplikasinya seperti tidak adanya proses pemilahan di sumber timbulan sampah dan belum adanya infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai. Sehingga pada prakteknya masih banyak jumlah plastik yang harus dibuang ke TPA.

Dari potret buruk tentang pengelolaan sampah botol plastik di Indonesia ada sedikit cerita menarik dan cukup memberikan dampak positif, adalah Reserve Vending Machine (RVM) atau mesin pengolah botol plastik. Saat Botol-botol itu dimasukkan ke RVM untuk dihancurkan. RVM mampu menampung serpihan plastik hingga puluhan kilogram. Serpihan yang terkumpul nantinya dijual kepada pengepul plastik bekas. Mesin yang mirip ATM ini diletakkan didepan Monumen Nasional (MONAS). Pengunjung  cukup membawa 10 botol bekas ukuran 600 mililiter selanjutnya pengunjung akan mendapat 50 poin, poin itulah yang kemudian ditukarkan dengan tiket masuk Monas.

RVM sendiri merupakan proyek kampanye dari mereka tergabung dalam Program Gerakan Membuang Sampah (Gemas), dan  diprakarsai Jaring Bisnis Indonesia (IBL), PT Tirta Investama (Danone Aqua) dan LKBN ANTARA. Well..saat ini mungkin RVM hanya bisa menjadi bahan kampanye dan edukasi bagi masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun bukan tidak mungkin jika pemerintah serius untuk mengembangkannya kedepan Indonesia bisa menjadi produsen bijih plastik menyaingi China dan Taiwan.

Semoga saja Nike dan RVM bisa menjadi sumber inspirasi didalam mengelola sampah botol plastik di Indonesia .Upss…Hampir lupa perlu ditegaskan jika sejak lama saya memang pendukung  der Oranje bukan hanya karena alasan plastik ataupun klasik. Tulisan ini juga mengambil dari beberapa sumber di sini dan disini. Diet Plastic-Save Earth.

Posted in article and tagged , , , .

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *