[VIDEO] Membuat beras palsu dari plastik. Benarkah?

Video membuat beras bijih plastik

Belakangan beranda Fb di hebohkan dengan beberapa teman yang membagikan tautan (dari portal merdeka, sudah dilike oleh 2,2 juta pengguna Fb) (dari portal tribunnews, sudah dishare oleh 13 ribu orang melalui Fb) video beras palsu buatan cina, konon katanya beras tersebut sangat mirip dengan beras asli namun terbuat dari plastik. Wah bahaya juga ya kalau bahan makanan pokok sampai di palsukan, saya pun dibuat penasaran dan akhirnya ikut membuka link video tersebut. Coba perhatikan baik-baik video pembuatan beras palsu dari plastik yang diunggah di youtube berikut:

Dari video tersebut secara ringkas pembuatan beras dari plastik dimulai dari: (1)memasukkan bahan baku plastik kedalam mesin (2) didalam mesin plastik dipanaskan hingga menjadi lembaran tipis (3) lembaran plastik selanjutnya dicetak menjadi butiran kecil berbentuk beras (biji plastik).

Bagi yang sudah pernah melihat proses daur ulang plastik, berlatar belakang teknik lingkungan atau punya pengetahuan pengelolaan sampah mungkin langsung tersenyum sendiri melihat judul video diatas. Coba bandingkan dengan video mesin pendaur ulang sampah plastik dari asosiasi pengusaha daur ulang plastik Indonesia (APDUPI) berikut:

Tidak jauh berbeda bukan? Jelas video “beras palsu buatan china” tersebut bukanlah video cara membuat beras plastik melainkan video cara membuat pelet/bijih plastik. Sayang sekali banyak media online terkesan menutup mata, membiarkan informasi palsu tersebut beredar luas demi mengejar rating. Namun yang lebih mengherankan adalah saat saya melihat beberapa mahasiswa teknik lingkungan sendiri (yang notabene tahu bagaimana mengolah sampah plastik) malah ikut membagikan tautan video tersebut melalui Fb, aaah sepertinya mereka sedang….

IMG_3362

Dari sisi keilmuwan teknik lingkungan, sekali lagi saya pertegas jika video diatas bukanlah video tentang pembuatan beras dari plastik, melainkan video pembuatan bijih plastik.

Beras plastik beredar di Indonesia?

Sebenarnya bukan tanpa alasan jika beberapa media online di Indonesia memberitakan video beras palsu dari plastik. Diduga beras palsu tersebut telah beredar di Indonesia, penelusuran lebih lanjut menuntun saya kepada akun instagram @dewinurizza  yang mengaku tanpa sengaja membeli  beras palsu, bahkan di akunnya dia membandingkan foto-foto beras plastik dan beras palu seperti terlihat pada gambar berikut:

Screen Shot 2015-05-19 at 21.04.31
Foto beras palsu (@dewinurizza)

Well meski sudah mencoba memperhatikan secara seksama namun sepertinya mata saya tidak cukup jeli untuk membedakan antara beras asli dan beras palsu. Sangat susah dibedakan, bagaimana dengan rekan sekalian? bisa membedakan?

Namun sekali lagi akun tersebut tidak menyebutkan jika beras palsu yg didapatkan merupakan produksi Cina, lalu mengapa media malah memberitakan beras palsu tersebut buatan Cina? Hehehe mungkin kita memang tidak pernah bisa lepas dari produk buata Cina

china-olypmic-hypocrite-cartoon-e1289161207686

Beras buatan Cina?

Sebelumnya memang sempat muncul pemberitaan terkait skandal beras plastik di cina tepatnya di negara provinsi Saanxhi (sumber), diberitakan jika beras palsu tersebut terbuat dari campuran tepung kentang, ubi jalar dan resin (plastik). Dengan biaya produksi yang lebih murah penjual beras palsu mencampurnya dengan beras asli untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar tentunya. Beberapa media asing seperti (The korea times) reportase investigasi beyond headlines juga melaporkan hal yang sama. Sebagai tambahan, negara lain di Asia seperti India juga memberitakan adanya peredaran beras palsu bercampur plastik dari Cina ditemukan di negara bagian Kerala (sumber)

Namun sekali lagi berita beras palsu dari Cina tersebut terjadi di tahun 2011 lebih dari empat tahun yang lalu. Sepertinya kebenaran berita tentang peredaran beras palsu (asal Cina:Katanya) di Indonesia masih perlu ditelaah lebih lanjut. Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah berita tersebut benar atau sekedar HOAX. Meskipun demikian pihak-pihak terkait sepertinya harus bertindak cepat mengingat berita tersebut terkait sembako yang merupakan isu “sensitif” di masyarakat.

Sedih juga ya kalau dulu Jawa terkenal dengan sebutan pula padi (jawa dwipa) sekarang malah terkenal menjadi pasar beras palsu. Saya pribadi berharap berita tersebut tidak benar, ditambah lagi dengan berita beras palsu asal cina yang hanya bisa ditemukan di portal berita online kelas ke tiga (hampir tidak ada media mainstream yang memberitakannya) maka saya menduga jika berita peredaran beras palsu di Indonesia adalah Hoax.

Ummm…

Yang pasti bukan hoax adalah makanan palsu di Jepang….

Wah kok bisa? bukannya Jepang menerapkan aturan yang ketat untuk makanan?

Percaya deh di Jepang malah harus membuat saya harus extra hati-hati dalam memilih makanan. Gak cuma beras, konon kabarnya hampir semua jenis masakan di Jepang bisa dibuat tiruannya…. coba lihat deh bagaimana orang jepang membuat shokuhin sanpuru (makanan tiruan) berikut..upss jangan sampai ngiler yaa 😀

Recycled Diaper..Do It By Your Self

Disposable diaper is a baby product we can’t life without. Although they offer convenience, it is have several dangerous environmental drawbacks. Disposable diapers produce more solid waste than reusable diapers, in addition untreated faeces and urine may poses an environmental health problem. Nowadays most disposable diapers can decompose readily within five months, as they are just wood products and cotton, but other component like absorbent gels and plastic components still hard to degrade.

Reuse diaper (cloth diaper) could be the answer of this problem. A study by ILEA.org found that using re-usable cloth diapers can reduce half waste generation than disposable diapers. Creative works by American quilting enthusiast could be great inspiration for you. She  explained step by step to make reusable diaper from unused t shirt in  her blog, easy just cut and sew. Here i made simple poster based on her work.

If you didn’t want to much busy with sewing, you could try other way as did by my Wife. It’s simply just by modified disposable diaper, pull out the filler and adding cloth inside. Please Take a lookrecdiap2

USE REUSABLE DIAPER CAN SAVE RESOURCES

DARE TO TRY?

Phoneblok… new concept to deal with e-waste (Video)

Nowadays mobile phone is an important thing in everyday life, we can found it easily all around the world even in such poor region. Neither a status symbol nor luxury things, mobile phone has become basic needs for everyone.

More and more people owning mobile phones, and the rapid growth rate of introduction new types of mobile phones. Broken, obsolete, and you can imagine how much e-waste generated only from mobile phones. This problem  is likely to escalate globally in the coming years, as people said through this proverb?

Electronic devices are not designed to last..

E-Waste_what_gets_recycled-1

But wait, how if we can make recyclable mobile phones?, is it an answer to the e-waste problem?. Today i found an interesting video about phoneblok, the idea is to make long last and customisable phone just like lego block.  This concept was brought by Dutch designer named Dave Hakken. Without any futher please take a look and start to forget other electronic fruits (apple and blackberry 😀 )

sampah elektronik (e-waste)

Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna Facebook terbanyak ke dua di dunia setelah Amerika serikat, sungguh tidak mengherankan, karena wabah online-isasi #istilahbaru 😀 telah menular hingga ke tukang becak.

(foto:pak hari dengan becak online nya)

Tak ayal kemajuan teknologi telah merubah gaya hidup masyarakat, hampir dipastikan jika saat ini komputer,handphone bukanlah barang langka di Indonesia. Dengan geliat kemajuan teknologi tersebut ternyata tersimpan ancaman yang besar bagi lingkungan, apalagi kalau bukan masalah sampah dan kali ini sampah jenis baru yaitu e-waste. Data dari Greenpeace memperkirakan jumlah sampah elektronik secara global berkisar antara 20 juta ton dan 50 juta ton per tahun. Besarnya sampah elektronik ini terus meningkat karena pengguna cenderung berganti komputer, ponsel, serta printer lebih cepat daripada masa-masa sebelumnya. Di amerika  pada tahun 1998saja tercatat sekitar 20 ribu PC (personal computer) bekas, dapat dibayangkan berapa jumlahnya pada tahun-tahun belakangan.

Sebagian mungkin berpendapat jika e-waste di Indonesia tentu tidak sebanyak yang dihasilkan di Amerika, namun pendapat tersebut kiranya perlu segera diluruskan. Masalahnya adalah, Indonesia merupakan pasar potensial terhadap komputer bekas. Bukan merupakan suatu masalah jika komputer bekas yang dikirim merupakan komputer yang di rekondisi atau bisa digunakan lagi, seperti yang di advokasikan oleh lembaga yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup Basel Action Network (BAN), mereka menyatakan bahwa barang elektronik bekas (used electronic equipment) selama masih bisa berfungsi normal dan dapat dipergunakan tidak dapat dikategorikan sebagai sampah dan tidak dikontrol Konvensi BASEL (konvensi yang mengatur pergerakan limbah B3 lintas negara). Yang menjadi masalah adalah kebanyakan limbah komputer yang dikirim sudah tidak bisa berfungsi dan hanya akan dijual terpisah dari setiap komponennya, sehingga lebih tepat kalau Indonesia di anggap sebagai gudang e-waste yang potensial.

Urgensi dari pengelolaan limbah e-waste adalah kuantitas dan ancaman kontaminasi kandungan bahan berbahaya yang terdapat didalam komponen-komponen komputer tersebut terhadap lingkungan dan manusia. Pemerintah Indonesia yang menganggap penting hal itu segera melakukan respon yang positif. Respon tersebut tertuang didalam  Surat Kementerian Lingkungan Hidup No.B.1258/ DepIV/LH/06/2010 tanggal 8 Juni 2010 tentang Pelarangan Impor Monitor Bekas dan Limbah Elektronik dan Surat Kementerian Lingkungan Hidup dengan Nomor B9921/DepIV/LH/12/ 2010 tanggal 31 Desember tentang Impor Monitor Bekas. Kebijakan ini dirasa sangat tepat jika menimbang bahwa monitor bekas (CRT/Cathode Ray Tube) terdiri dari berbagai komponen limbah B3 seperti Timbal, Merkuri dan Barium, bahan berbahaya lain seperti Cadmium dan Fosfor yang telah terbukti memberikan efek buruk terhadap manusia.

Sayangnya, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLAPAN) ini, menuntut agar Menteri mencabut surat keputusan tersebut. Mereka berkilah keputusan itu akan mematikan pasokan komputer bekas untuk pedagang dan industri komputer bekas.

Niat baik, usaha yang baik ternyata belum cukup untuk dianggap baik, saya pribadi setuju dengan larangan impor limbah monitor dan komputer bekas. Seharusnya para pedagang bisa berpikir out of the box, jika impor komputer bekas tidak dibatasi maka akan semakin membuat usaha rakitan komputer lokal terkalahkan. Jelas sekali jika komputer rekondisi akan memberikan margin keuntungan yang besar dibanding komputer buatan anak bangsa sendiri, selain itu mengambil resiko denga menerima deposit limbah B3 dalam jumlah besar bukanlah perkara yang mudah untuk ditangani. Solusi bagi banyaknya limbah komputer yang sudah berada di indonesia sekarang ini yaitu dengan melakukan recovery terhadap komponen logam didalamnya dengan pengawasan langsung oleh pihak yang berkait untuk meminimalisasi dampak terhadap manusia dan lingkungan. Solusi terakhir yaitu dengan melakukan recycle menjadikan limbah komputer lebih memiliki daya jual, seperti yang dilakukan oleh Jake ham yang menciptakan iMacquarium.

sumber:

  1. kompasonline
  2. http://www.informinc.org/fact_CWPcomputer.php
  3. http://www.treehugger.com/files/2011/10/apple-imacs-recycled-into-imacquariums.php