Jamban Tangguh, solusi akses sanitasi di lokasi bencana

Toilet (jamban) topik sering diabaikan dan mungkin dianggap tabu, namun hingga tahun 2015, diperkirakan sebanyak 2,4 miliar (atau 1 dari 3 penduduk dunia) masih belum memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak, dan lebih kurang 1 miliar penduduk masih melakukan praktek buang air besar di tempat terbuka (open defecation) (UNICEF, 2015). Sehingga, sebagai upaya untuk mengkampanyekan pentingnya sanitasi bersih di seluruh dunia, Sejak tahun 2013 secara resmi PBB telah menetapkan tanggal 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia

Sejatinya infrastruktur sanitasi seperti jamban, mempunyai tujuan penting diantaranya untuk: (1) memutus mata rantai penyebaran penyakit ke manusia; (2) melindungi kelestarian lingkungan dari pencemaran; (3) meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2015 tercatat sekitar 62 juta atau 53% penduduk masih belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. 34 juta diantaranya masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (tidak memiliki jamban) (Kemenkes RI, 2016).

Berangkat pada masalah diatas, pada gelaran “welcoming alumni LPDP” tahun 2015 yang lalu kami perwakilan dari awardee LPDP Jepang mencoba mengangkat isu keterbatasan akses “jamban” di Indonesia. Secara spesifik kami memilih untuk menawarkan ide teknologi jamban khusus untuk daerah bencana , yang masih mendapatkan seikit perhatian di lokasi bencana (misalnya:pengungsian) dengan kondisi yang serba terbatas (air, listrik dll). Jamban yang kami tawarkan merupakan gabungan dari beberapa teknologi yang sudah sering kami temui di negara tempat kami belajar saat ini di Jepang, yaitu:

  1. Urine diversion dry toilet, didesain secara khusus untuk memisahkan urine (air seni) dan feces (tinja) saat digunakan, sehingga lebih hemat air;
  2. Feces komposter, untuk mengolah tinja menjadi kompos;
  3. Fermenter, untuk mengolah air bilasan pada saat BAB;
  4. UV sanitizer, membunuh kuman demi menjaga higienitas jamban;
  5. Solar Panel, penyedia energi untuk penerangan dan UV sanitizer
  6. Compact Tent, bilik jamban yang praktis dibongkar -pasang.

Ide tersebut kami berinama JANTAN (JAmban TANgguh), pemaparan JANTAN secara detil bisa dilihat pada file presentasi dibawah ini

Tentu teknologi ini masih berjalan di ranah konsep, masih perlu banyak pertimbangan dan analisa lebih lanjut untuk mewujudkannya. Namun paling tidak, ini merupakan bentuk usaha kami ikut serta mengkampanyekan Indonesia stop buang air besar sembarangan (SBS) di tahun 2019, semua pihak harus bersinergi, karena untuk mencapai mencapai target tersebut paling tidak perlu percepatan hingga 400%.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *