Pakaian di Musim Dingin

pp

Cuaca Aneh “Saijo”

Tidak seperti rekan-rekan Indonesia pada umumnya yang sangat menantikan musim dingin dan “salju”, sebaliknya saya malah tidak begitu antusias. Pengalaman menghadapi cuaca minus, salju lebat dan tebal hampir setiap hari saat masih tinggal di Sapporo bahkan membuat saya memasukkan winter kedalam “hatred list” kala itu. Pengalaman itu juga menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi mengapa saat ini saya lebih memilih menuju daerah selatan saat saya kembali merantau ke Jepang.

Saijo Bersalju 10 Desember 2014 (Fb: Arief P Sulistiono)

Ternyata pilihan saya untuk menghindari salju tidak sepenuhnya benar, diawal saya membayangkan tinggal di selatan (Hiroshima) tentu akan lebih hangat dan nyaman dibandingkan di Utara (Sapporo). Nyatanya meski tidak selebat salju di Sapporo namun cuaca dingin di Higahsi-Hiroshima (Saijo) tak kalah dingin dibandingkan dengan Sapporo. Bukan salju yang menjadi masalah, topografi Saijo yang berupa cekungan, lembah yang dikelilingan bukit-bukit membuat udara dingin terperangkap lebih lama, selain itu bangunan rumah yang tidak dirancang khusus untuk iklim dingin membuat dinginnya Saijo tak begitu jauh berbeda dengan dinginnya Sapporo.

Pakaian Musim Dingin

Jika “dingin” adalah masalah utama maka tidak ada yang lebih penting dari satu set “pakaian musim dingin” yang dapat membantu kita tetap hangat dalam beraktifitas. Sayangnya beberapa rekan belum paham benar bagaimana memilih pakaian yang tepat untuk musim dingin. Sebagian beranggapan jika semakin tebal akan semakin hangat, meski akhirnya gerakan tubuh menjadi terbatas akibat pakaian yang terlalu bulky, atau masalah lain seperti tubuh terasa gerah dan berkeringat ketika sudah berada di dalam ruangan.

Prinsip utama agar tetap hangat dimusim dingin adalah “membiarkan udara hangat/panas tubuh terperangkap didalam pakaian, artinya semakin banyak panas tubuh yang terperangkap dibalik pakaian maka tubuh akan terasa lebih hangat. Proses cara menghalangi transfer panas tubuh menuju udara luar tersebut dikenal juga dengan “body thermal insulation” atau isolasi panas tubuh, secara sederhana isolasi yang dimaksud seperti terlihat pada gambar berikut:

Prinsip isolasi panas tubuh pada pakaian

Berikut beberapa tips sederhana yang mungkin bisa membantu rekan-rekan untuk dapat memilih pakaian musim dingin yang tepat.

  1. Pakaian berlapis

Mengacu pada prinsip isolasi panas tubuh yang telah dijelaskan sebelumnya, maka tebal pakaian bukanlah jaminan untuk badan tetap hangat. Bahkan mungkin saja satu lapis Jaket tebal tidak lebih baik dalam menahan dingin dibandingkan dengan tiga atau empat lapis pakaian tipis. Hal tersebut terjadi karena pakaian berlapis lebih efektif menjadi perangkap panas. Jika pakaian-pakaian tadi kita ibaratkan sebagai lapisan penghalang panas, maka penggunaan pakaian berlapis memungkinkan panas tubuh masih bisa terperangkap oleh pakaian terluar meskipun panas tubuh sempat terlepas dari lapisan pakaian bagian dalam.

Lapisan pakaian yang disarankan untuk musim dingin (sumber http://www.outdoorgearlab.com/Introduction to Layered Clothing Systems)

Gambar diatas menunjukkan fungsi dari susunan pakaian berlapis yang biasa digunakan oleh para pendaki gunung. Penjelasan secara rinci terkait jenis lapisan pakaian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lapisan Luar.

Selain sebagai penahan panas, fungsi lain dari lapisan luar ini adalah sebagai pelindung agar tubuh tidak basah karena air hujan ataupun salju. Pakaian yang basah dan terpapar udara dingin akan membuat tubuh terasa semakin dingin. Sementara hembusan angin kencang di musim bisa teratasi dengan adanya lapisan luar ini. Sebaiknya model pakaian lapisan luar memiliki tudung penutup (hood) yang dapat melindungi bagian kepala dan leher. Akan lebih baik lagi jika bagian pergelangan tangan dan juga bawah jaket memiliki pengunci yang dapat diatur (tali karet atau kain perekat)  sehingga panas tubuh tidak mudah terlepas ke udara luar.

Pilihan bahan jaket untuk lapisan luar

Jaket berbahan wool cocok digunakan sebagai lapisan luar, bahan wool / nylon cukup baik sebagai isolator yang akan menghalangi panas tubuh agar tidak mudah lepas. Sebagai catatan, anda harus sedikit waspada jika menggunakan jaket berbahan wool karena adanya fenomena (kejutan listrik) dari listrik statis saat anda menyentuh bahan logam seperti gagang pintu dan yang lain. Alergi terhadap wool juga menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak memilih menggunakan jaket jenis ini.

Jika anda lebih memilih jaket yang tipis, ringan, dan ringkas namun tetap hangat, maka “down jacket” (bahan sintetis berisikan bulu angsa) dapat menjadi pilihan. Lapisan bulu dengan lemaknya cukup ampuh melindungi dingin hingga dibawah nol derajat. Meskipun demikian “down jacket” membutuhkan perawatan yang ribet (tidak bisa di cuci). Lapisan bulu yang mudah basah dan tidak tahan air biasannya dapat disiasati dengan menambahkan lapisan jaket tipis di bagian luar.

Jaket berbahan parasut bisa menjadi pilihan yang tepat digunakan sebagai lapisan paling luar mengingat parasut dapat melindungi lebih baik dari hujan dan juga salju dibandingkan bahan lain seperti wool, nylon ataupun down. Jaket berbahan parasut juga relatif lebih murah dan ringkas. Namun umumnya jaket berbahan parasut tidak mempunyai sistem ventilasi yang cukup baik, sehingga cukup panas jika digunakan didalam ruangan. Anda mungkin bisa memilih untuk membeli jaket parasut yang lebih mahal dengan sistem ventilasi yang baik atau memilih menanggalkannya saat sudah berada didalam ruangan yang hangat.

  • Lapisan Tengah (lapisan isolasi)

Lapisan tengah mempunyai fungsi penting untuk menjamin kehangatan terutama menghadapi puncak musim dingin di pertengahan Januari hingga Februari. Pakaian model sweater, jaket ringan berbahan “fleece” atau kemeja “flanel” biasanya umum digunakan sebagai lapisan tengah. Untuk aktivitas di luar ruangan saya menyarankan untuk menggunakan jaket hangat pada lapisan ini. Jika suhu udara tidak terlalu dingin sebenarnya pakaian sehari-hari di musim lain (kemeja, kaos lengan panjang) tetap bisa digunakan sebagai perangkap panas. Kunci utama lapisan ini adalah kelembaban tubuh tetap bisa keluar namun panas tubuh tertahan atau terpantulkan. Untuk menjaga agar panas tubuh terperangkap dengan baik maka usahakan menggunakan pakaian yang sedikit longgar sehingga terdapat ruang yang cukup bagi panas tubuh.

Contoh pakaian untuk lapisan tengah dan dalam.

  • Lapisan Dalam

Lapisan dalam (base layer) ini diibaratkan kulit kedua. Kain yang ketat namun tipis akan meningkatkan panas tubuh namun tetap memberikan jalan bagi uap air untuk dapat lolos melewati lapisan tersebut. Di pasaran model pakaian ini lebih dikenal dengan sebutan long john”. Untuk area Jepang tidak sulit menemukan pakaian jenis ini, banyak pilihan mulai dari “thin insulate” Heattech” hingga “body warmer”. Sebagai catatan penting, hindari menggunakan pakaian berbahan katun seperti kemeja untuk lapisan dalam. Bahan katun memang membuat uap air mudah lolos namun setelah kain katun menjadi basah maka uap air akan susah terlepas membuat tubuh gerah namun terasa dingin akibat kain yang basah, sangat tidak nyaman.

Anda tidak harus mengikuti lapisan pakaian diatas secara persis, anda dapat menyesuaikannya sendiri sesuai dengan keadaan. Setelah beberapa kali mencoba mix and match mungkin anda dapat dengan mudah menemukan kombinasi yang pas bagi anda sendiri.

2. Penutup kepala

Mungkin kita banyak yang tertipu, mengapa harus menutup kepala kalau bagian kepala justru lebih hangat dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Ternyata tidak demikian, justru tubuh kita mengirimkan banyak panas tubuh ke bagian kepala untuk melindungi bagian penting yaitu otak. Kinerja otak akan terganggu pada suhu yang dingin. Sehingga sesuai dengan sunatullah tubuh kita akan mempertahankan panas tubuh di bagian kepala terlebih dahulu dibandingkan bagian tubuh yang lainnya. Dengan demikian menutup kepala anda dengan penutup yang hangat berarti anda telah membantu tubuh anda untuk dapat mendistribusikan panas ke bagian yang lain.

Tentara Russia dengan topi bulu nya (Reuters)

Masih belum percaya? mungkin ini alasan mengapa tentara Russia memilih menggunakan “Fur hat” atau topi bulu dibandingkan helm baja saat berperang di musim dingin.

3. Pastikan kaki dan tangan anda tetap hangat.

Kaki menjadi bagian yang paling dekat dengan lapisan salju yang dingin, secara otomatis kaki juga membutuhkan aliran panas tubuh yang cukup besar. Sayangnya kaki dan tangan tidak diprioritaskan oleh tubuh dalam distribusi aliran panas, tak heran jika kaki dan tangan terasa lebih dingin dibandingkan kepala. Gunakan kaos kaki berbahan wool yang cukup hangat, kaos kaki berlapis dan sepatu kulit juga cukup nyaman karena panas tubuh lebih mudah terperangkap. Jangan gunakan sepatu olah raga yang berbahan kain jaring “mesh” karena udara dingin akan mudah masuk. Sementara itu model sarung tangan dengan pengikat di ujung pergelangan juga sangat penting agar tidak terdapat celah bagi udara dingin masuk kedalam.

4. Menghangatkan bagian kecil.

  • Bagian Leher

Menggunakan syal “scarf” dapat membantu anda menutupi bagian leher yang tidak tercover oleh jaket. Caranya pakailah syal mengelilingi leher baru kemudian pakaikan jaket dan tutup bagian resliting hingga ke atas, dijamin badan anda akan lebih hangat.

  • Bagian Telinga

Tidak seperti bagian tubuh lain dengan lapisan lemak, bagian telinga hanya terdiri dari susunan tulang rawan dan kulit tipis membuatnya lebih cepat dingin. Menggunakan topi yang menutup telinga atau  penutup khusus berupa “ear muff” bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.

  • Bagian Muka

Bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, muka akan mudah kering di musim dingin dan akan membuat kulit terlihat kusam. Salah satu cara menghangatkan bagian muka adalah dengan memakai masker. Sebagian udara hangat yang keluar dari mulut akan tertahan oleh masker. Sayangnya bagi orang berkacamata masker malah membuat uap air mengalir ke daerah atas hidung dan menjadikan lensa kaca mata berkabut, bukan pilihan yang baik.

5. Hindari terlalu berkeringat

Jika anda terlalu hangat maka anda akan berkeringat, jika anda berkeringat maka anda akan basah, selanjutnya jika tubuh anda basah maka anda akan merasa dingin. Sehingga menjadi penting bagi anda untuk menjaga agar tetap kering. Salah satunya adalah menggunakan pakaian berlapis seperti penjelasan diatas. Jika hanya berada didalam ruangan maka cukup dengan pakaian mid layer, jaket tebal hanya digunakan pada saat di luar ruangan.

Bagi anda yang memilliki bayi atau balita, gambar berikut merupakan rangkuman untuk memilih jenis pakaian sesuai dengan kondisi suhu udara pada hari tersebut.

Tips berpakaian di musim dingin untuk bayi dan anak-anak

Semoga bermanfaat, selamat mencoba, selamat menikmati musim dingin!

Mikail Winter Outfit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *